Skip to content
headerrr
headpagehp 639x1024 1.jpg

Total Visitor: 27

Perkenalkan nama saya Syamsudin,. Saya merupakan salah satu peternak ayam di Nusa Tenggara Barat. Sekitar satu tahun yang lalu saya memulai usaha ternak ayam ini. Saya memilih usaha ternak ayam karena di kampung saya cukup banyak peminat ayam sehingga saya pikir ternak ayam menjadi usaha yang cukup menguntungkan.

Awalnya usaha ayam saya berjalan dengan normal-normal saja, bahkan keuntungan yang saya dapatkan juga lumayan besar. Mengingat ayam yang perawatannya mudah dan modal yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar.

Tapi sayangnya semenjak dua bulan belakangan saya sering mendapat teguran warga sekitar yang merasa terganggu dengan suara berisik ayam setiap malamnya. Awalnya saya tidak panik karena saya pikir ini hal yang wajar saja, tapi keesokan paginya saya lihat di kandang banyak ayam yang mati dan berkurang. Tentu saya stres dan kebingungan apa yang menyebabkan ini semua.

Awalnya saya mengira ayam-ayam saya ini ada yang ingin mencuri. Tapi anehnya, masa iya sih pencuri meninggalkan ayam-ayam yang mati. Semakin saya pusing karena saya tidak tahu harus berbuat apa, sedang setiap malam keributan di kandang ayam semakin menjadi.

Hingga ada salah satu warga yang sedang melakukan ronda malam, dan mereka melihat bahwa ayam-ayam saya berisik bukan karena pencuri tapi karena diserang oleh biawak.

Yaampun saya kira pencuri atau apa, ternyata biawak yang menjadi pelaku utama. Tentu saja ini tidak bisa dibiarkan, karena kalau dibiarkan bisa-bisa saya akan merugi karena ayam saya banyak yang mati dan bahkan stres sehingga tidak bisa bertelur. Biawak-biawak ini ada bukannya tanpa alasan, karena peternakan saya memang dekat dengan salah satu rawa.

Kemudian saya menceritakan kejadian ini pada seorang kawan sesama peternak ayam yang lebih berpengalaman. Memang sejak dulu, biawak sering menjadi masalah yang memusingkan para peternak ayam. Bahkan peternak senior yang sudah menjalani usaha ini bertahun-tahun pun sempat mengalami kerugian berkali-kali karena predator biawak.

Beberapa kawan peternak akhirnya memutuskan untuk menggunakan senapan angin pompa untuk mengatasi biawak yang mengganggu. Senapan angin sepertinya sudah menjadi properti wajib bagi peternak ayam di kampung saya.

Akhirnya saya coba meminjam salah satu senapan milik peternak. Saya sempat kaget dengan senapan angin yang dipakai. Saya kira bentuknya seperti apa, eh ternyata senapan keren, mewah dan elegan. Agak lucu juga peternak ayam menenteng senapan sekeren ini, hehehe.

Saya lihat-lihat, senapan ini merknya GOPPUL Night Furry. Tidak saya sangka ternyata selera para peternak bagus juga ya bisa memilih senapan yang desainnya keren seperti ini. Apalagi saat saya tanya harganya, GOPPUL Night Furry ternyata senapan murah tapi tentu tidak murahan.

Saya pun akhirnya jaga malam untuk mengamati serangan predator biawak. Terlihat dua biawak yang sudah ingin mendekati kandang. Ayam-ayam saya terdengar mulai berisik. Saya coba membidiknya dari jarak yang agak jauh. Khawatir kalau terlalu dekat, biawak justru kabur. Dan ya! Sekali tembak, bidikan bisa sesuai sasaran!. Saya lega sekali malam itu karena masalah yang membuat saya pusing berbulan-bulan akhirnya menemukan solusi.

Sekarang biawak sudah teratasi. Saya lebih tenang meninggalkan kandang ayam, dan warga pun tidak terganggu lagi dengan suara ayam yang berisik tiap malamnya.

"Sekarang saya bisa mendapat keuntungan besar setiap kali panen karena ada senapan keren dan luar biasa yang bisa membantu saya mengatasi hama seperti biawak."

"Sekarang saya bisa mendapat keuntungan besar setiap kali panen karena ada senapan keren dan luar biasa yang bisa membantu saya mengatasi hama seperti biawak."

Total Visitor: 27

Perkenalkan nama saya Syamsudin,. Saya merupakan salah satu peternak ayam di Nusa Tenggara Barat. Sekitar satu tahun yang lalu saya memulai usaha ternak ayam ini. Saya memilih usaha ternak ayam karena di kampung saya cukup banyak peminat ayam sehingga saya pikir ternak ayam menjadi usaha yang cukup menguntungkan.

Awalnya usaha ayam saya berjalan dengan normal-normal saja, bahkan keuntungan yang saya dapatkan juga lumayan besar. Mengingat ayam yang perawatannya mudah dan modal yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar.

Tapi sayangnya semenjak dua bulan belakangan saya sering mendapat teguran warga sekitar yang merasa terganggu dengan suara berisik ayam setiap malamnya. Awalnya saya tidak panik karena saya pikir ini hal yang wajar saja, tapi keesokan paginya saya lihat di kandang banyak ayam yang mati dan berkurang. Tentu saya stres dan kebingungan apa yang menyebabkan ini semua.

Awalnya saya mengira ayam-ayam saya ini ada yang ingin mencuri. Tapi anehnya, masa iya sih pencuri meninggalkan ayam-ayam yang mati. Semakin saya pusing karena saya tidak tahu harus berbuat apa, sedang setiap malam keributan di kandang ayam semakin menjadi.

Hingga ada salah satu warga yang sedang melakukan ronda malam, dan mereka melihat bahwa ayam-ayam saya berisik bukan karena pencuri tapi karena diserang oleh biawak.

Yaampun saya kira pencuri atau apa, ternyata biawak yang menjadi pelaku utama. Tentu saja ini tidak bisa dibiarkan, karena kalau dibiarkan bisa-bisa saya akan merugi karena ayam saya banyak yang mati dan bahkan stres sehingga tidak bisa bertelur. Biawak-biawak ini ada bukannya tanpa alasan, karena peternakan saya memang dekat dengan salah satu rawa.

Kemudian saya menceritakan kejadian ini pada seorang kawan sesama peternak ayam yang lebih berpengalaman. Memang sejak dulu, biawak sering menjadi masalah yang memusingkan para peternak ayam. Bahkan peternak senior yang sudah menjalani usaha ini bertahun-tahun pun sempat mengalami kerugian berkali-kali karena predator biawak.

Beberapa kawan peternak akhirnya memutuskan untuk menggunakan senapan angin pompa untuk mengatasi biawak yang mengganggu. Senapan angin sepertinya sudah menjadi properti wajib bagi peternak ayam di kampung saya.

Akhirnya saya coba meminjam salah satu senapan milik peternak. Saya sempat kaget dengan senapan angin yang dipakai. Saya kira bentuknya seperti apa, eh ternyata senapan keren, mewah dan elegan. Agak lucu juga peternak ayam menenteng senapan sekeren ini, hehehe.

Saya lihat-lihat, senapan ini merknya GOPPUL Night Furry. Tidak saya sangka ternyata selera para peternak bagus juga ya bisa memilih senapan yang desainnya keren seperti ini. Apalagi saat saya tanya harganya, GOPPUL Night Furry ternyata senapan murah tapi tentu tidak murahan.

Saya pun akhirnya jaga malam untuk mengamati serangan predator biawak. Terlihat dua biawak yang sudah ingin mendekati kandang. Ayam-ayam saya terdengar mulai berisik. Saya coba membidiknya dari jarak yang agak jauh. Khawatir kalau terlalu dekat, biawak justru kabur. Dan ya! Sekali tembak, bidikan bisa sesuai sasaran!. Saya lega sekali malam itu karena masalah yang membuat saya pusing berbulan-bulan akhirnya menemukan solusi.

Sekarang biawak sudah teratasi. Saya lebih tenang meninggalkan kandang ayam, dan warga pun tidak terganggu lagi dengan suara ayam yang berisik tiap malamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *